Monday, 7 November 2011

[RENUNGAN] Ayah, Anak, dan Unta

suatu hari ada 2 orang yakni seorang bapak dan anaknya, mereka membawa unta.

pertama, bapaknya menaiki unta dan anaknya jalan kaki, ada yang mengkritik ini bapak kejam banget anaknya gak dikasih naik!!

kedua, anaknya naik dan bapaknya jalan, dikritik lagi, ini anak durhaka ya orang tua sendiri gak dikasih naik?

ketiga, mereka berdua berjalan kaki sambil menarik unta, ada lagi kritikan ini orang bego amat ada unta kenapa gak dinaikin?

keempat, mereka berdua naik unta tersebut, dikritik lagi, ini orang gak punya otak apa ya? masa unta kecil gitu dinaikin 2 orang??




kesimpulan menurut TS
cerita ini ane dengar saat umroh dengan Aa Gym, semua orang berkesimpulan semua cara salah, tapi kesimpulan paling benar adalah lihat saja point of view kepada tuhan(aturan yang dibuat tuhan YME)

kaskus addict


mungkin itu cobaan anjing yg menggonggong

kaskus addict
kesmpulannya adalah..

ane ga paham apa maksud ente.

newbie
Kesimpulannya adalah "gk ada kesimpulan yg ke lima dan ke enam dst"

Numpang mejeng di pejwan y



newbie
koq ga gantian aja gan?


Auto Banned
kita harus konsisten dengan apa yang kita kerjakan...tidak usah peduli dengan omongan orang...karena orang lain tidak tau tujuan utama kita..sehingga apapun yang kita kerjakan selalu dianggap salah

kaskus holic
Quote:
Originally Posted by haryo.lintang View Post
kesimpulannya :
kita harus konsisten dengan apa yang kita kerjakan...tidak usah peduli dengan omongan orang...karena orang lain tidak tau tujuan utama kita..sehingga apapun yang kita kerjakan selalu dianggap salah


http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10514927
dengan kata lain berprinsip kuat

kaskuser
intinya gan
ga usah dengerin bacot orang
karena orang ngebacot itu seenak mulut dia sendiri
mudeng kan maksud ane?
ya orang lain emang bisanya cuma omdo omong doang
tapi sesuatu itu kan kita yang mengerjakan, kita yang menjalani
jadi alangkah baiknya ga usah pedulikan omongan orang, asal yang kita lakukan baik dan benar
yang baik ga selalu benar, dan yang benar tidak selalu baik

SUMBER

Saturday, 5 November 2011

Malam Indah = Malam Takbiran

Tahukah kamu apa malam yang paling indah? Malam yang di saat itu mengagung-agungkan asma Allah. ya, malam itu adalah malam takbiran.

Allahuakbar
Allahuakbar
Laailaahaillahuallahuakbar
Allahuakbar
Walillahilham

Suara takbir menggema disepanjang malam itu. Seluruh alam bertasbih memuji-Nya. Langit, bumi, batu, tanah, air, pepohonan, dan semua yang ada di alam semesta bertasbih.

Dijalan-jalan banyak orang takbiran. Allahuakbar. Suara klakson mobil membahana, bercampur dengan suara takbir. Laron-laron beterbangan mengitari lampu. Bagai bumi mengitari matahari. Subhanallah, Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

Saturday, 29 October 2011

Semoga Tidak Tertipu

Ketika itu waktu menunjukkan pukul setengah tiga. Saya pun bersiap-siap untuk pulang ke rumah karena hari sudah sore. Tanpa menunda-nunda lagi, Saya pun berangkat ditemani temanku. Katanya dia ada urusan sebentar. Akhirnya kami berdua berangkat.

Ketika sampai di perempatan, Kami berpisah. Dia belok kiri, sedangkan Saya lurus. Ada hal yang lucu ketika itu. Ketika kami sampai di perempatan, dan temanku mau belok kiri, dari arah kiri banyak akhwat anak sekolahan kami yang sedang berjalan menuju ke arah kami. Temanku akhirnya tidak jadi, tapi ternyata Dia nekat juga. Yasudah, Saya biarkan saja.

Adzan ashar pun terdengar. Saya mempercepat langkah. Ketika sampai di masjid Uzlifatul Jannah, Saya sempat membaca koran yang ditempel di sekitar situ. Tiba-tiba, dari balik papan, muncullah seorang bapak-bapak dan datang sambil membaca koran juga disamping Saya. Dengan melihat sekilas, bapak-bapak itu sesekali melirik ke arah Saya. Tetapi Saya pura-pura tidak tahu. Bapak-bapak itu pun berkata, "Mas, boleh minta tolong nggak, Mas?" ucap bapak-bapak itu lirih.
"Minta tolong apa Pak?"
"Begini Mas, Saya kehabisan uang. Saya mau minta uang 25000 boleh tidak? Uang itu untuk Saya pulang ke Purwokerto,"
"Oh, ya, nggak apa-apa Pak. Hm, tapi begini Pak, Saya adanya uang besar, gimana?"
"Ya, gimana lagi Mas. Uang Saya sudah habis, Saya pun sekarang belum makan."
"Oh, ya, yasudah, nggak apa-apa. Ngomong-ngomong, bapak asalnya dari mana?"
"Purwokerto"
"Oh. Lha, trus, ke Jogja mau ngapain Pak?"
"Mau nyari kerja"
"Oh, ya, ya"

Saya pun memberinya uang 25000. Setelah memberikan uang tersebut, bapak itu berterima kasih lalu pergi. Dalam hati Saya berkata, "Semoga saja Saya tidak tertipu,"

Dalam Mihrab Cinta The Romance

Sore itu, Saya menuju ke kamarku di asrama. Saya berniat hanyak untuk tidur-tiduran. Tanpa sengaja, Saya melihat buku yang sedang tergeletak di dipan kasur temanku. Saya penasaran. Kemudian, Saya ambil buku itu dan iseng-iseng membacanya. Judul buku itu adalah "Dalam Mihrab Cinta".

Lembar demi lembar telah Saya baca. Dan ternyata, buku itu sangat nikmat untuk dibaca. Saya akhirnya berniat untuk membacanya sampai akhir.

Yang harus diprioritaskan ketika kita memilih sebuah buku bacaan, hendaklah cari buku yang bermanfaat yang hikmah dari kisah tersebut dapat kita ambil dan kita amalkan. Tentu saja hikmah-hikmah yang baik. Kalau ada yang buruk, janganlah diambil. Jadikanlah yang buruk itu agar kita tidak terjerumus dalam perbuatan tersebut.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India