Saturday, 24 September 2011

Rapat Alumni

Hari ini, 25 September, aku mengikuti rapat alumni SD ku.
SD IT Salman Al Farisi.
Aku kesana jalan kaki. haha. nekat juga.
tahukah, bahwa jarak dari rumah ku ke pogung sekitar 10 kilometer.
tapi, aku sedikit dibantu oleh Trans Jogja.
tapi aku hanya naik Trans Jogja sampai depan UNY.
sehabis itu jalan kaki.
Lumayan lah, itung-itung olah raga dikit.
haha. itu mah nggak dikit, tapi banyak. banyak sekali.
aku menulis postingan ini ketika kaki ku lagi pegel + sakit gara-gara jalannya.
haha. nggak apa-apa lah. masa' anak PASKIBRA fisik lemes. bukan PASKIBRA itu namanya. :)

Berlari ditengah malam

Malam itu, rencananya aku mau main ke asrama.
Tapi nggak nginep, cuma mau main futsal sama basket.
Nah, pergilah aku ke asrama.
Jalan kaki.
Yah, nggak apa-apa lah, itung-itung sekalian olah raga.
Entah mengapa akhir-akhir ini aku jadi sering pergi kemana-mana enaknya jalan kaki. hehe. Termasuk tempat yang jauh sekali pun. Postingan tentang ini akan diposting berikutnya.

Kembali ke topik.
Aku sampai di asrama sekitar jam lima-an.
Habis itu kan aku main basket, tapi cuma ringan-ringan gitu, cuma lempar-lemparan bola basket.
Aku tanya ke ilham, temanku, "Eh, kok nggak ke GOR aja e?"
Ilham menjawab, "Jaudah, ayo"
Kami pun bertiga (satu lagi namanya abid) ke GOR.
Disana kami menemui anak kelas tujuh yang lagi pada main futsal.
yah, biasalah, sebagai kakak kelaskan suka ngganggu kalo adek kelasnya lagi main. hehe.
Kami main basket didekat gawang, karena memang ring-nya ada di belakang gawang.
Aku pun akhirnya kasian sama adek kelasnya, soalnya keganggu.
Yaudah, akhirnya aku ajak tanding futsal saja.
Kami pun main sampai adzan maghrib selesai.

Singkat, cerita, aku pun mau pulang. sudah malam. dirumah juga ibuku udah nyiapain makanan.
Ku lihat jam, ternyata sudah jam sembilan kurang satu perempat. Waduh, kalo jalan kaki bisa sampai setengah jam nih. Aku pun akhirnya lari ke rumah. sialnya, pas aku lari, sendal ku putus. waduh. akhirnya aku pun lari cekeran. hehe. Memang benar judulnya. Berlari ditengah malam tanpa memakai sendal. haha. koplak. kayak orang gila aku waktu itu. untungnya nggak dikira beneran. :p

Teman

Apa menurutmu arti teman yg sebenarnya?
Apakah teman itu adalah orang yg sering bermain denganmu?
Hm, entahlah, apa maksud teman yg sebenarnya.
Akhir2 ini, aku seperti diasingkan di sekolah dan di asrama.
Tak dianggap, tak dihargai.
Apakah ini adalah tanggungan yang diberikan Allah kepadaku karena dahulu ketika aku SD sering tidak menghargai orang? Karena aku suka jail, bahkan kadangkala sampai berlebihan?
Semoga saja tidak. Semoga
Aku berharap, dihari-hari esok, aku ingin dianggap dan dihargai.
Tak hanya oleh teman, tapi oleh semua orang yang baru aku kenal sekali pun.
Aku berjanji, Insya Allah, aku akan merubah sikap ku yang dulu jail yg berlebihan menjadi anak yang shaleh, enak diajak ngobrol, fun, dan menyenangkan.
Aku tak ingin lagi dianggap manusia yang tidak berguna.
Aku punya kelebihan yang mungkin tidak semua orang tau.
Hanya aku dan Tuhan yang tau.
Tunjukilah bakat sesungguhku, Ya Allah....
Aminnn.....

Saturday, 17 September 2011

Apakah Benar Panji Meninggal Karena diterkam Komodo?


                Assalamualaikum Wr. Wb.

Apakah benar panji meninggal karena diterkam komodo? Apakah berita itu benar? Kok nggak ada berita resminya? Ingin tahu? Dan ternyata, kenyataan yang terjadi adalah sebagai berikut:

Panji Sang Penakluk, Tewas Di Cabik Komodo

Mengenaskan nasib pemuda penjinak ular yang sering tampil di televisi ini, saat melakukan syuting di pulau komodo untuk pengambilan gambar aksinya “menaklukan” kadal raksasa itu tanpa di duga sang komodo yang tampak gusar karena merasa terganggu, mengamuk dan menyerang panji secara membabi buta.
Aksi panji kali ini memang terbilang nekad, dengan gaya khas nya yang rusuh ia sengaja mengganggu hewan berukuran panjang sekitar 2,5 meter itu dengan cara menarik narik ekornya secara kasar. Melihat sang komodo itu tampak enggan melayani aksinya dan mencoba lari ke semak semak, panji makin kasar dan brutal menarik ekornya, hingga pada satu titik hewan peninggalan prasejarah itu benar2 tidak bisa menahan amarahnya, di kejarnya panji hingga beberapa puluh meter, panji yang tidak menyangka respon binatang tsb kalang kabut, lari pontang panting.

Panji sempat melemparkan tasnya ke arah komodo tsb dengan harapan mengalihkan perhatian binatang itu, tapi ternyata binatang tsb benar2 mengincar panji, dengan satu terkaman kuat rontoklah tangan kanan panji di sambar kadal raksasa itu, detik selanjutnya makin parah karena sang komodo benar2 melampiaskan kemarahan dan laparnya, setelah di cabik cabik, tampak isi perut panji di lalap habis… oh Tuhan malang benar nasib pemuda ini.
Kameraman yang mengambil gambar tak bisa berbuat apa apa, tapi ia tak ada pilihan lain kecuali terus mengarahkan kamera pada adegan mengerikan itu, jeritan panji yang memilukan minta tolong pun sontak hilang saat kuku tajam komodo tsb menggasak lehernya, crottt… srettt srett.. darah mengalir deras, hidup memang kejam.

Ya kira2 demikianlah berita yang gw baca di detik..com dalam mimpi gw waktu ketiduran di depan tv setelah liat aksi panji & komodo di salah satu tv swasta kemarin. Mungkin karena sebel liat aksinya bener2 nggak bermutu, konyol. Mengganggu hewan liar dengan kasar cuma demi kepentingan syuting, apa sih yg mau di tampilkan? Pamer keberanian lawan hewan buas? Apa manfaat yang kami dapat dari tontonan itu? cuma dongkol yg luar biasa sambil mengumpat “tengil banget nih anak, sok jagoan sama binatang”
Informasi yang doi kasih pun sangat2 lucu dan dangkal : “ya pemirsa, ini lah dia komodo (gak usah dibilang juga udah tau), ia binatang yang sangat buas dan bisa mengibas ngibaskan ekornya (ya mana ada binatang buas mengibas ngibaskan duit cebanan?) aya aya wae. Beda banget sama acara produksi luar seperti steve Irwin (alm) ato rob bredl yang ngasih banyak informasi2 penting seputar hewan yg di eksplore nya.
Ya, secara sekilas, berita tersebut seperti benar-benar terjadi. Namun, jangan yakin dengan pendapat itu. Perhatikan dan baca dengan teliti paragraf lima dan enam.
                Sangat terlihat jelas, bahwa berita tersebut hanya isu belaka yang dibuat-buat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Terlihat juga dari gaya penulisan si Penulis ini terlihat seakan-akan tergesa-gesa dan menuliskan kalimat-kalimat yang sadis. Contoh nyata: “isi perut panji di lalap habis…” Bukankah hal ini sangat sadis? Jikalau ini berita resmi dan memang benar-benar nyata, tak mungkin sebuah media berita memberitahu keadaan fisik Panji. Sangat terlihat jelas bukan?

                Demikianlah yang bisa Saya luruskan, mengenai pemberitaan Panji tersebut, kurang lebihnya mohon maaf,
                Wassalamualaikum Wr. Wb.


                Quote Postingan:
                “Tolong menolonglah kamu dalam kebaikan, dan janganlah kamu tolong menolong dalam keburukan,”
                “Janganlah memfitnah seseorang, karena dosa seorang pemfitnah lebih besar dari pembunuh.”

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India